Jumlah Rumah : 10
Lokasi : Daerah Bintara, Bekasi, Jawa Barat
Info lebih lanjut silakan hubungi no hp : 08121322858
Jumlah Rumah : 10
Lokasi : Daerah Bintara, Bekasi, Jawa Barat
Info lebih lanjut silakan hubungi no hp : 08121322858
Definisi
Vertigo ialah adanya sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti rotasi (memutar) tanpa sensasi perputaran yang sebenarnya, dapat sekelilingnya terasa berputar (vertigo objektif) atau badan yang berputar (vertigo subjektif). Vertigo berasal dari bahasa latin “vertere”= memutar. Vertigo termasuk kedalam gangguan keseimbangan yang dinyatakan sebagai pusing, pening, sempoyangan, rasa seperti melayang atau dunia seperti berjungkir balik. Vertigo yang paling sering ditemukan adalah Benign paroxysmal positional Vertigo (BBPV). Menurut penelitian pasien yang datang dengan keluhan pusing berputar / vertigo, sebanyak 20 % memiliki BPPV, walaupun begitu BPPV sering salah diagnosa karena BPPV biasanya tidak berdiri sendiri tetapi diikuti oleh penyakit lainnya seperti telinga atau mulut.
Gejala klinis
Pasien BPPV akan mengeluh jika kepala berubah pada suatu keadaan tertentu. Pasien akan merasa berputar atau merasa sekelilingnya berputar jika akan ke tempat tidur, berguling dari satu sisi ke sisi lainnya, bangkit dari tempat tidur di pagi hari, mencapai sesuatu yang tinggi atau jika kepala digerakkan ke belakang. Biasanya vertigo hanya berlangsung 5-10 detik. Kadang-kadang disertai rasa mual dan seringkali pasien merasa cemas..Penderita biasanya dapat mengenali keadaan ini dan berusaha menghindarinya dengan tidak melakukan gerakan yang dapat menimbulkan vertigo. Vertigo tidak akan terjadi jika kepala tegak lurus atau berputar secara aksial tanpa ekstensi, pada hampir sebagian besar pasien, vertigo akan berkurang dan akhirnya berhenti secara spontan dalam beberapa hari atau beberapa bulan, tetapi kadang-kadang dapat juga sampai beberapa tahun. Pada BPPV tidak didapatkan gangguan pendengaran.
Diagnosis BPPV ditegakkan berdasarkan anamnesis, gejala klinis pemeriksaan THT, uji posisi dan uji kalori.
Pada anamnesis, pasien mengeluhkan kepala terasa pusing berputar pada perubahan posisi kepala dengan posisi tertentu. Secara klinis vertigo terjadi pada perubahan posisi kepala dan akan berkurang serta akhirnya berhenti secara spontan setelah beberapa waktu. Pada pemeriksaan THT secara umum tidak didapatkan kelainan berarti, dan pada uji kalori tidak ada paresis kanal.
Uji posisi dapat membantu mendiagnosa BPPV, yang paling baik adalah dengan melakukan manuver Hallpike : penderita duduk tegak, kepalanya dipegang pada kedua sisi oleh pemeriksa, lalu kepala dijatuhkan mendadak sambil menengok ke satu sisi. Pada tes ini akan didapatkan nistagmus posisi dengan gejala :
1. Mata berputar dan bergerak ke arah telinga yang terganggu dan mereda setelah 5-20 detik.
2. Disertai vertigo berat.
3. Mula gejala didahului periode laten selama beberapa detik (3-10 detik).
4. Pada uji ulangan akan berkurang, terapi juga berguna sebagai cara diagnosis yang tepat.
Tatalaksana
Beberapa terapi yang dapat diberikan adalah terapi dengan obat-obatan, terapi fisik / latihan dan olah raga. Dan jika keduat terapi di atas tidak dapat mengatasi kelainan yang diderita dianjurkan untuk terapi bedah
Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah
1. Antikolinergik / parasimpatolik
2. Antihistamin
3. Penenang minor dan Mayor
4. Simpatomimetik
5.Kombinasi tersebut di atas.
Terapi fisik yang dapat digunakan
Berdasarkan hipotesis Kanalolithiasis
Dapat digunakan teknik pley yaitu posisi kepala 45 „a menoleh ke arah telinga yang sakit, kemudian pasien digerakkan dari posisi duduk ke posisi Hallpike dengan telinga sakit di bawah. Pasien dapat dipertahankan dengan posisi ini selama 3 menit dan kemudian kepala dengan lambat dirotasikan ke arah berlawanan dan dipertahankan 4 menit lalu pasien didudukkan.
sumber : www.klikdokter.com
Aplikasi system informasi pariwisata ini akan digunakan oleh beberapa user, diantaranya:
1. wisatawan domestic (dalam negeri):
• User’s level of knowledge and experience
a. Computer literacy : low to moderate
b. System experience : low to moderate
c. Application experience : low to moderate
d. Task experience : low to moderate
e. Other system use : infrequent
f. Education : high school to advanced degree
g. Reading level : moderate to high
h. Typing skill : average to good
i. Native language or culture : Indonesian
• Characteristic of user’s need, task, and job
a. Type of system use : discretionary
b. Frequency of use : occasional
c. Task or need importance : moderate to high
d. Task structure : moderate?
e. Social interactions : not required
f. Primary training : no training
g. Turnover rate : moderate, low
h. Job category : traveller, bussines man/woman
i. Lifestyle : travelling
• User’s psychological characteristic
a. Attitude : neutral to positive
b. Motivation : moderate to high
a. Patience : patience
c. Expectation : reasonable
d. Stress level : some to high
e. Cognitive style : spatial, intuitive, concrete
• User’s physical characteristic
a. Age : young to elderly
b. Gender : male to female
c. Handedness : normally right
a. Disabilities : deafness, dump
2. wisatawan asing (luar negeri):
• User’s level of knowledge and experience
a. Computer literacy : moderate to high
b. System experience : moderate to high
c. Application experience : moderate to high
d. Task experience : moderate to high
e. Other system use : frequent
f. Education : high school to advanced degree
g. Reading level : moderate to high
h. Typing skill : average to good
i. Native language or culture : English
• Characteristic of user’s need, task, and job
a. Type of system use : mandatory
b. Frequency of use : occasional
c. Task or need importance : moderate to high
d. Task structure : moderate
e. Social interactions : not required
f. Primary training : no training
g. Turnover rate : moderate
h. Job category : traveller, bussines man/woman
i. Lifestyle : travelling
• User’s psychological characteristic
b. Attitude : neutral to positive
c. Motivation : moderate to high
d. Patience : patience
e. Expectation : reasonableness
f. Stress level : no stress to some
g. Cognitive style : spatial, intuitive, concrete
• User’s physical characteristic
b. Age : young to elderly
c. Gender : male to female
d. Handedness : normally right, but usually left, can also be ambidextrous
e. Disabilities : deafness, dump
Jakarta memiliki begitu banyak tempat pariwisata untuk dikunjungi. Oleh sebab itu diperlukan adanya sarana untuk memperkenalkan pariwisata di kota Jakarta dan untuk membantu wisatawan menemukan tempat pariwisata di Jakarta. Salah satu caranya adalah melalui aplikasi pariwisita Jakarta. Fitur yang akan dibangun pada aplikasi ini akan menjawab setiap permasalahan diatas. Aplikasi ini akan digunakan oleh turis atau pengunjung yang akan berwisata ke Jakarta. Turis atau pengunjung dapat melihat dan mendapatkan informasi dari aplikasi ini. Aplikasi ini tidak memiliki admin. Aplikasi ini merupakan aplikasi berbasis dektop. Fitur-fitur yang ada di aplikasi ini nantinya antara lain :
- melihat daftar nama tempat pariwisata beserta alamatnya
- melihat preview dan deskripsi tempat pariwisata
- menampilkan peta jalur trans Jakarta yang dapat digunakan oleh wisatawan.
Media yang digunakan untuk menjalankan aplikasi ini adalah computer. User harus memilih apa yang ingin dilihatnya dengan menggunakan mouse. Pengembangan aplikasi ini akan disponsori secara penuh oleh pemerintah daerah setempat. Aplikasi ini akan diletakkan di tempat-tempat umum milik pemerintah, seperti bandara soekarno-hatta, stasiun gambir, shelter transjakarta, tempat-tempat wisata yang termasuk di dalam aplikasi ini, dan juga di kantor pemda. Aplikasi ini dapat diakses oleh user pada saat jam kerja atau disaat tempat-tempat tersebut dibuka untuk umum.
1. Accessibility
Aspek Accessibility dalam website Garuda Indonesia menurut kelompok kami belum terpenuhi, karena website ini hanya menggunakan Bahasa Inggris, padahal ada bahkan sebagian besar pengguna website ini menggunakan Bahasa Indonesia. Karena hanya menggunakan Bahasa Inggris maka pengguna yang tidak bisa menggunakan Bahasa Inggris akan memiliki kesulitan menggunakan website ini.
Tetapi ada satu halaman yang memiliki pilihan Bahasa Indonesia yaitu halaman Online Check In.Akan tetapi setelah dipilih menu Home bahasa berubah menjadi Bahasa Inggris kembali walupun sebelumnya sudah diganti menjadi Bahasa Indonesia.
2. Esthetically Pleasing
Penempatan menu tidak terstruktur. Menu berada di bagian kanan atas, samping dan bawah sehingga kalau dilihat dari segi estetika kurang indah dilihat.
3. Availability
Website Garuda Indonesia ini jika dilihat dilihat dari segi availability sudah memenuhi. Hal ini dapat dilihat dari tampilan utamanya yang menyediakan banyak menu sehingga tidak perlu mencari lagi ke halaman yang lain.
4. Clarity
Menurut kelompok kami website ini sudah cukup jelas. Terlihat dari penamaan menu yang jelas dan sesuai dengan fungsionlaitas yang diberikan. Selain itu terdapat pula notice atau penjelasan pada bebrapa fungsionalitas yang disediakan, salah satu contohnya adalah pada waktu online check in yang terdapat penjelasan seputar check in.
5. Compatibility
Website ini sudah dapat dikatakan compatible, karena dapat dialankan di browser yang berbeda. Dalam hal ini, kami mencoba di Mozilla Firefox dan Internet Explorer. Di kedua web browser tersebut, didapatkan tampilan yang sama.
6. Configurability
Dari segi configurability, website ini bersifat konstan, tidak dapat dipersonalisasi oleh user.
7. Consistency
Dilihat dari tampilannya, website ini tidak konsisten. Terbukti dari tampilan yang berbeda di beberapa menu. Misalnya, di halaman utama akan memiliki tampilan yang berbeda dengan tampilan di halaman online check in, dan berbeda lagi dengan tampilan di halaman news.
Pada tampilan home :

8. Control
Dalam website ini terkadang ada beberapa tombol yang tidak dapat digunakan dengan baik. Misalnya tombol Book Now yang terkadang tidak berfungsi apabila di klik.
9. Directness
Website ini sudah menerapkan prinsip direcness. Contohnya pada saat booking tiket user dapat langsung malakukan booking tiket tanpa harus melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan pemesanan tiket.
10. Efficiency
Menurut kelompok kami website Garuda Indonesia kurang efisien. Karena penempatan menu yang ada dimana-mana (kanan atas,kiri dan bawah) sehingga membuat pergerakan mata tidak dapat diminimalisasi dan tidak efisien.
11. Familiarity
Prinsip familiarity sudah diterapkan pada website ini. Penggunaan logo Garuda Indonesia pada halaman website membuat user menjadi familiar dan tahu kalau website tersebut adalah website Garuda Indonesia.
12. Flexibility
Dari segi menu yang digunakan user awampun dapat menggunakan website ini karena penamaan menu yang jelas. Sedangkan dari segi bahasa yang digunakan menurut kelompok kami website Garuda Indonesia kurang flrksibel. Hal ini dikarenakan di berbagai halaman website hanya digunakan Bahasa Inggris sehingga user yang masih awam menjadi kurang mengetahui maksud dari kata-kata yang digunakan. Misalnya menu online check in, user yang masih awam dengan dunia penerbangan mungkin saja akan merasa kesulitan jika tidak ada terjemahan atau penjelasan apa itu check in.
13. Forgiveness
Website ini belum menerapkan prinsip forgiveness. Karena pada saat melakukan booking tiket, saat user sudah melakukan search, tidak ada tombol back untuk membatalkan atau kembali kelangkah sebelumnya, yang ada hanyalah tombol next.
14. Immersion
Website ini sudah mengandung prinsip immersion. Dilihat dari tampilan awal pada saat pertama kali diakses, sudah langsung menampilkan halaman untuk booking, sehingga user dapat langsung memesan tiket pesawat domestik antar kota di Indonesia.
15. Obviousness
Website garuda Indonesia ini sudah dapat dikatakan obvious, karena user dapat dengan mudah mengetahui dan memahami apa yang akan dilakukan pada saat melihat tampilan di web ini.
16. Operability
Website ini tidak dapat dioperasikan oleh semua orang, terutama yang tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Karena tampilan bahasa Indonesianya minim, tidak semua halaman berbahsa Indonesia.
17. Perceptibility
Menurut kelompok kami, website Garuda Indonesia sudah memenuhi prinsip perceptibility. Hal ini dikarenakan dengan melihat halaman website user cenderung sudah mengetahui bahwa website tersebut adalah website pesawat terbang.
18. Predictability
Pada saat melakukan online check in terdapat gambar progress langkah-langkah yang dilakukan sehingga user dapat memprediksikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan. Misalnya jika sekarang user sudah melakukan search maka langkah selanjutnya adalah flight, review, passanger, purchase dan reservation.

19. Recovery
Website ini sudah dapat recovery jika terjadi keslahan. Misalnya saat User belum memilih kota tujuan maka akan muncul pesan bahwa kota tujuan belum dipilih.
20. Responsiveness
Prinsip responsiveness belum 100% terpenuhi oleh website ini. Hal ini dikarenakan ada beberapa tombol yang saat disentuh tidak memberikan efek sama sekali. Tetapi ada pula tombol yang memberikan efek, misalnya perubahan warna atau ada tulisan disekitar tombol yang disentuh.
21. Safety
Dalam website Garuda Indonesia ini sudah menerapkan prinsip safety misalnya pada saat pemesanan tiket pulang pergi. Pada saat user memasukkan tanggal berangkat 5 September 2010 dan tanggal pulang 1 September 2010, maka aka nada warning bahwa tanggal pulang lebih cepat daripada tanggal pergi. Dengan adanya warning ini akan membantu Customer mengetahui bahwa dia telah melakukan kesalahan.
22. Simplicity
Pada website ini terdapat fungsionalitas select Departure Date dan Return Date, yang sebenarnya dengan fungsionalitas ini user dapat melakukan input Departure Date dan Return Date tanpa harus ada fungsionalitas tambahan yang ada disebelah kiri fungsionalitas select yang sudah ada. Dengan adanya fungsionalitas tambahan ini maka simplicity menjadi hal yang dikorbankan.
23. Transparency
Website ini sudah mengijinkan User untuk focus pada tugas yang ada. Misalnya pada saat memesan tiket, User dapat focus pada pemesanan tiket tanpa perlu memikirkan hal lain diluar kebutuhan pemesanan tiket.
24. Visibility
Website ini sudah menerapkan prinsip visibility. Terlihat dari adanya penunjuk progress langkah-langkah pada saat booking tiket.
25. Trade-offs
Dari analisis beberapa prinsip di atas, prinsip yang dikorbankan adalah simplicity, efficiency, Aesthetically Pleasing untuk memenuhi prinsip availability.
Kekurangan:
- tidak konsisten, terdapat disain tampilan halaman yang berbeda-beda di beberapa halaman.
- fungsi search yang tidak jalan
- tidak dapat digunakan oleh semua orang, terutama yang kurang bisa berbahasa Inggris
- terdapat tombol yang kadang tidak berfungsi
- tidak ada tombol back u tuk kembali ke halmaa sebelumnnya pada saat pemesanan.
- Penempatan menu di berbagai tempat, sehingga terlihat kurang indah.
Kelebihan yang dilihat dari web ini adalah:
- Menekankan pada pemahaman user
Web Garuda Indonesia sangat menekankan pada pemahaman user. Setiap nama-nama menu yang ada sesuai dengan isi dari menu tersebut. Misalnya menu “Domestic Flight” berisi penjadwalan dan pemesanan tiket untuk penerbangan dalam negeri.

Ada beberapa menu yang khusus disediakan web ini untuk berusaha memberitahukan pada user informasi-informasi esensial mengenai Garuda Indonesia. Misalnya terdapat Menu Essential Information untuk memberitahukan menganai sistem pemesanan, perjalanan, dan hal-hal lain yang dapat membantu user.

Pada saat pengisian form atau melakukan transaksi seperti reservasi, user seperti dibimbing untuk dapat mengisi form dengan benar dengan mengetahui setiap tahapan-tahapannya

- Tampilan yang sederhana
Tampilan luar dari web ini sederhana, namun perpaduan antara setiap warna menyatu.
- Notifikasi untuk mengingatkan user
Pada web ini juga terdapat notifikasi yang dapat mengingatkan user, misalnya ketika user salah ketika menginputkan data pada form pemesanan atau data yang kosong, maka akan dikeluarkan notifikasi. Ini merupakan wujud dari bentuk tolerasi sistem terhadap human error. Human error mungkin terjadi pada setiap manusia, jika tidak ada penanganan yang baik, maka akan terjadi begitu banyak error, terutama pada database sistem itu sendiri.

Saran :
1. disediakan fungsionalitas bahasa Indonesia untuk semua halaman.
2. disain tampilan disamakan di setiap halaman.
3. terdapat tombol back untuk kembali ke halaman sebelumnya.
4. menenpatkan menu di satu tempat untuk efisiensi pergerakan mata.
5. perbaikan pada beberapa fungsionlaitas, misalnya search dan tombol yang kadang kurang berfungsi.
LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) memperkirakan puncak siklus badai matahari bukan terjadi pada 2012. Peristiwa yang kerap dihubungkan dengan ‘hari kiamat’ itu bakal terjadi pada Oktober 2013.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antarika Lapan Clara Yono Yantini pada sosialisasi mengenai Fenomena Cuaca Antariksa 2012 hingga 2015 di Kampus Universitas Udayana, Jl Sudirman, Denpasar, Selasa (9/3/2010). Sosialisasi ini dihadiri puluhan ilmuwan dari Asia Tenggara, Jepang dan Rusia.
Perkiraan ini berbeda dengan isu kiamat 2012 yang diramalkan Suku Maya. Masyarakat pun banyak menghubungjan antara badai matahari tersebut dengan isu kiamat 2012.
“Siklus matahari terjadi pada rentang waktu 2010-2015. Puncak siklusnya, menurut perkiraan Lapan, terjadi pada bulan Oktober 2013. Penelitian oleh negara lain juga memperkirakan terjadi pada pertengahan 2013,” kata Clara yang juga sebagai Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa Lapan.
Lapan menjelaskan badai matahari akan mundur pada 2013 karena hingga saat ini belum menemukan tanda-tanda adanya aktivitas matahari yang ekstrim sebagai puncak siklus.
Siklus matahari terjadi rata-rata sekitar 11 tahun. Siklus ini menunjukkan adanya masa awal, puncak dan akhir siklus. Saat ini, matahari sedang mengalami siklus ke-24. Saat, puncak aktivitas matahari terjadi ledakan besar di matahari.
“Ini tentu mempengaruhi kondisi cuaca antarika, termasuk menyebabkan gangguan di Bumi,” kata Clara.
Efek akibat aktivitas puncak matahari ini menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Suhu bumi akan meningkat dan iklim berubah. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim bumi. Dampak yang paling ekstrim menyebabkan kemarau panjang. “Ini yang masih dikaji para peneliti,” ujar Clara.
Semua bermula waktu di rumah kakak saya. Gara-gara kakak saya baru punya anak bayi dan belom ada yang bantu2 (maklum, cuma 2 orang serumah), jadi kakak saya ga bisa masak hari itu. Trus Kakak saya bilang gini :
ka apat : de, hari ini kamu yang masak ya?? *pake muka nantangin, sengaja nyuruh adeknya masak.
saya : ha??? *agak kaget
belom sempet saya jawab, sodara saya yang waktu itu ikut bilang :
mba sarah : iya2, ga pa2, kita aja yang masak, iya kan de??
saya : oh, iya2… *mampus mw masak apa nih…
singkat cerita, abis belanja mulailah acara masak-masaknya. waktu itu masak yang gampang2 aja, sayur bening, sama lauk2 biasa. abis nangis-nangisan ngulek sambel, sodara saya bilang gini,,
mba sarah : de, ntr sambelnya digoreng dulu ya??
saya : iya daaaah…
nah, mulailah insiden terjadi. waktu mw ngangkat sambelnya (yang suhunya mendekati 100 derajat celcius),saya deketin tuh piring ke wajannya. entah apa terlalu bersemangat ato ngelamun, sebagian sambelnya loncat ke jempol kiri saya…
saya :uwaaaaaaaaaaa, wa wa wa , panas panas panaaaaaaaaassss…*sambil loncat2
sodara saya kaget dan lagsung ngomong ” air, air, kasih air de…”
dan saya pun langsung lari seribu langkah ke kran. byurrr, langsung agak mendingan panasnya, tapi pas krannya dimatiin, mulai kerasa panas lagi..
kata kakak saya dikasih olol aja de, tapi saya pernah baca artikel kalo abis kena luka bakar ga boleh dikasih odol. ya udah, tu luka ga saya kasih apa2.cuma goyang2in tangan aja, buat diangin2in, soalnya panas banget. kira2 3 jaman tu panas baru rada mendingan. dan pas saya liat lagi jempol saya udah melendung. hahahaha…
Nah itu dia cerita saya, pas saya browsing, saya liat ada artikel yang bagus buat pertolongan pertama pada luka bakar.
1. waktu kena benda atau cairan panas, langsung singkirkan pakaian di sekitar luka bakar.
2. segera basuh luka dengan air dingin kira2 15 menit atau sampai luka agak mendingan. lalu kompres luka dengan kain kasa, jangan kapas atau bahan lain yang sekiranya bisa nempel di kulit.
3. jangan diberi odol atau mentega karena salah-salah luka Anda akan makin parah.
kalo lukanya agak parah segera periksa ke dokter, biar ga infeksi bakteri.
nih, buat download manga One Piece bahasa Indonesia…